Pengajian Bulanan ITBM Polman Bahas Tafaqquh Fid Din

WONOMULYO. Pengajian bulanan  ITBM Polman mengangkat tema “Tafaquh fid din” yang dilaksanakan di Aula ITBM Polman, pengajian umum di bawakan oleh H. Ismail Ibrahim, S.Pd.I.,M.Pd.I. Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat. Pada pengajian tersebut hadir pula ketua Badan Pembina Harian ITB Polman Drs. H. Muh. Yusuf Tuali. Ir. Nursahdi Saleh Rektot ITBM Polman, H. Abd. Azis Ghozal Ketua PDM Polman, Syamsuddin, S.Ag.,M.Pd.I., Sekretaris PDM Polman Drs. H. Rudi Tarenre, M.Pd.I., Wakil Ketua PDM Polman, PCM Wonomulyo, PD IPM Polman, Civitas Akademik, Mahasiswa ITBM Polman dan Perwakilan BEM dan UKM Seni ITBM Polman (21/02/2022).

Tafaquh Fid din berarti memahami dan mendalami ilmu secara komprehensif, mendalami ilmu agama merupakan amalan yang paling utama dan termasuk tanda kebaikan bagi seorang mukmin, perintah Allah SWT dalam hal memahami agama terdapat pada QS At- Taubah : 122. Ilmu dibagi menjadi dua yaitu ilmu umum dan ilmu agama tutur Ismail Ibrahim. Menurut Ismail Ibrahim menyampaikan bahwa Muhammadiyah mengalami krisis kader ulama Muhammadiyah “kader ulama Muhammadiyah di Polewali Mandar dapat dihitung jari, ini artinya kita mengalami krisis kader ulama atau kader yang mendalami ilmu agama secara komperhensif, memahami ilmu agama merupakan kewajiban yang mutlak bagi  seseorang yang beragama islam ,” Ungkap Ismail.

Rektor ITBM Polman Nursahdi Saleh dalam sambutannya mengatakan Pengajian Umum ITBM Polman sebagai wadah silaturrahim warga Muhammadiyah Polewali Mandar, menambah wawasan keilmuan dan meningkatkan keislaman.

“Pengajian Bulanan ITBM Polman merupakan agenda wajib yang dilaksanakan setiap bulanannya, dimana pengajian hari ini adalah pengajian yang kami laksanakan secara tatap muka lansung dimana pengajian-pengajian sebelumnya kami laksanakan secara virtual”. Kata Nursahdi Saleh.

Ketua BPH ITBM Polman M. Yusuf Tuali mengutarakan dalam amanah pengajian bahwa ruhnya Muhammadiyah adalah pengajian, “Jika Muhammadiyah berhenti melaksanakan pengajian maka Muhammadiyah akan mati, seperti yang dikatakan oleh  AR Fakhruddin mantan ketua umum PP Muhammadiyah bahwa Ruhnya Muhammadiyah itu pengajian, jika di sebuah cabang dan ranting Muhammadiyah tidak ada pengajian maka ibarat jasad yang tidak ada ruhnya.” Tegas M. Yusuf Tuali.

Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah haruslah orang yang memahami tentang misi dakwah Muhammadiyah agar amal usaha kita ini dapat berjalan sesuai dengan yang dicita-citakan oleh Muhammadiyah. Tambahnya.(Ahm)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.